Kamis, 16 Maret 2017

Hubungan disiplin dalam olahraga

Disiplin adalah suatu kepribadian seseorang dalam melakukan sesuatu tepat janji,teratur,dan tak terlambat. Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar.
Disiplin ada hubungannya
dengan sikap penuh rasa
tanggung jawab, karena atlet yang disiplin cenderung untuk
menepati, mendukung dan
mempertahankan nilai-nilai yang diantutnya. Rasa tanggung
jawab untuk memenuhi dan
mematuhi dan mematuhi nilai-
nilai tersebut akan berkembang
menjadi sikap dan berdampak
panjang terhadap kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian,
melalui program olahraga
dilingkungan pesantren atau di
masyarakata merupakan program investasi menyeluruh yang akan berdampak panjang
hinggan manusia itu dewasa.
B. Jenis disiplin
Menurut Sudibyo setyobroto (1993) ada dua disiplin,
yaitu disiplin semua dan
disiplin diri (self discipline)
1. Disiplin Semua
Disiplin yang dilakukan atlet dalam salah satu kegiatan
hanya karena terpaksa,
takut dihukum, hanya
karena diperintah dan
tanpa disertai kesadara,
akan dapat menimbulkan “disiplin semua”. Disiplin
semua adalah sikap atlet yang tampaknya selalu
patuh dan menurut
perintah,tetapi karena
tidak disertai kesendian
psikologis dan tidak
disertai kesadaran untuk
melakukan perintah-perintah.
2. Disiplin Diri
Disiplin yang ditanamkan atas
dasar kesadaran dapat
menumbuhankan disiplin
diri atau self discipline.
Disini atlet apabila
dikembangkan lebih
lanjutkan menimbulkan
pemahaman dan
kesadaran yang lebih
mendalam untuk
mematuhi segala nilai-nilai, norma-norma dan
kaidah-kaidah yang
berlaku. Jadi atlet yang
memiliki disiplin diri
sendiri sudah memiliki
kesadaran untuk melatih
sendri
Bagaimana membutuhkan disiplin dalam berlatih
Penanaman diri harus dilandasi pengertian pokok mengenai disiplin, yang intinya menanamkan kepatuhan yang disadarkan atas pemahaman dan kesadaran, serta rasa tanggung jawab, serta kesanggupan menguasai diri dan lebih mengutamakan orang lain.
Disiplin “self control “ adalah disiplin yang tumbuh karena kesadaran dan penguasaan diri, jadi mengawasi kemungkinan tindakan penyeleweng pada diri sendri.Secara bertahap menumbuhkan disiplin atlet, dapat dimulai dengan menumbuhkan disiplin “under control”, yaitu disiplin dengan pengawasan dari luar, yang dilakukan oleh pelatih dan petugas, yaitu disiplin yang didasarkan atas penguasaan diri untuk tidak melanggar ketentuan dan peraturan, sesudah memiliki pemahaman dan kesadaran akhirnya atlet disebut akan penuh pada norma-norma.
Disiplin bukan sikap yang dibawa sejak lahir, meskipun sifat-sifat kepribadian sejak lahir juga akan ikut menentukan. Disiplin latihan merupakan salah satu aspek psikologis yang sangat penting bagi atlet. Menurut Sudibjo, disiplin seseorang terlihat dari kesediaan untuk mereaksi dan bertindak terhadap nilai-nilai yang berlaku. Disiplin latihan atlet adalah kesadaran dan ketaatan atlet terhadap ketentuan-ketentuan dan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan latihan.
c. Makna kerja sama
— Kerjasama atau kooperasi (cooperation) adalah gejala
saling mendekati untuk
mengurus kepentingan
bersama dan tujuan bersama (polak, M. 1985). Kerjasama
dan pertentangan
merupakan dua sifat yang
dapat dijumpai dalam
seluruh proses sosial di
masyarakat, diantara person
dengan person, kelompok
dengan kelompok, dan
kelompok dengan person.
— Pada umumnya kerjasama
menganjurkan persahabatan,
akan tetapi kerjasama dapat
dilakukan diantara dua
pihak yang tidak bersahabat,
atau bahkan bertentangan.
Kerjasama atau kooperasi
diantara dua pihak yang
bertentangan dinamakan “antagonic cooperation”,
merupakan suatu kombinasi yang amat produktif dalam
masyarakat modern.
— Sifat ketergantugan manusia
memungkinkan dan
mengharuskan setiap insan/
kelompok social untuk selalu
berinteraksi dengan orang lain atau kelompok lain.
Hubungan dengan pihak lain yang dilaksanakan dalam
suatu hubungan yang
bermakna adalah hubungan
kerjasama.
D.Syarat-syarat kerja sama
Pencapaian kerja sama menurut
persyaratan tertentu yang harus
dipengaruhi oleh anggota yang
terlibat.Syarat-syarat tersebut
adalah :
1. Kepentingan yang sama
2. Keadilan
3. Saling pengertian
4. Tujuan yang sama
5. Saling membantu
6. Saling melayani
7. Tanggung jawab
8. Penghargaan
9. Kompromi
E. Jenis kerja sama
Pola kerjasama ditinjau dari
kedudukan atau status
pelaku kerja sama, dapat
diklasifikasikan menjadi
dua bagian, yaitu :
1. Kerjasama setara, yaitubentuk
kerja sama yang terjadi
antar orang yang
mempunyai posisi yang
sama.
2. Kerjasama tak setara, yaitu
pola kerja sama yang
terjadi antar orang yang
berbeda namun ke dua
pihak sling membutuhkan
untuk kepentingan
masing-masing.
Kerjasama ditinjau dari proses kerjanya dapat dibedakan dalam tiga jenis, yaitu :
a.Kerjasama berkawanan ko-aksi yaitu kerjasama yang dilakukan oleh yang memiliki pekerjaan sama, mereka berkumpul untuk menambah kesenangan kerja.
b.Kerjasama suplementer yaitu kerjasama yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang sama, namun tak dapat dilakukan sendiri.
c.Kerjasama berdifferensiasi yaitu kerjasama yang dilakukan melalui pembagian kerja secara teratur, pekerjaan terbagi-bagi tidak sama.
F. TAHAP-TAHAP KERJASAMA
1. Menyendiri (bekerja sendiri)
2. Mengamati dan mengenal
lingkungan.
3. Merasa tertarik dan
mengadakan penyesuaian
diri.
4. Terbuka untuk memberi dan
menerima.
G. Kerjasama Internal dan
Eksternal
Kerjasama internal adalah
kerjasama dalam
lingkungan kelompok atau
masyarakat yang
bersangkutan misal internal dalam suatu perkumpulan
olahraga,yang strukturnya
terdiri atas : Ketua,
Sekretaris, Bendahara,
Seksi-seksi seperti
pembinaan prestasi,
Humas, Pertandingan dan
perwasitan, Kesehatan,
Riset dan pengembangan
serta para anggota nya.
Kerjasama eksternal adalah
kerjsama yang dilakukan
dengan pihak luar
kelompok atau luar
masyarakat atau luar
perkumpulan olahraga yang bersangkutan .
Kerjasama yang dilakukan
adalah dapat dari sudut
pandang persepsi dan
kognisi,motivasi dan
kebutuhan kepuasan,
tujuan , organisasi, saling
ketergantungan dan
interaksi.

1 komentar:

  1. Berita Olahraga terupdate seputar Olahraga Sepak Bola Tim Manchester United
    Gabung bersama Fans MU Ikuti terus Update Setiap Harinya.

    BalasHapus