Minggu, 12 Maret 2017

Apa itu gudang ilmu

Buku adalah Gudang “dan” Ilmu

Masihkan kita teringat pepatah jaman SD dulu, “Buku adalah Gudang Ilmu”, atau “Dengan Buku kita Bisa Menjelajahi Ruang dan Waktu”, atau yang lebih ekstrim “Buku adalah Jendela Dunia”
Sebelumnya mari kita kembali kepada esensi dari Buku. Saya ambil dari wikipedia : Book is a written or printed work consisting of pages glued or sewn together along one side and bound in covers. Jadi buku adalah sebuah bundelan kertas kertas yang berisi sebuah hasil karya tulis atau cetak. Terlepas dari apa pun isinya, Buku adalah sebuah buku meskipun isinya berupa propaganda ataupun hal yang berbau porno.
Setelah kembali ke esensi dari Buku, saya akan mengajak anda untuk mencongkel lebih dalam dan nyleneh tentang arti dari frase pertama diawal : Buku adalah Gudang Ilmu. Penelaahan saya pribadi, frase itu terdiri dari 2 kata kunci. Gudang dan Ilmu. Ilmu sudah jelas, apapun yang menambah wawasan bisa dikatakan sebagai ilmu. Tapi Gudang, bisa berarti banyak (secara positif) juga bisa berarti “tempat tumpukan sesuatu yang jarang kita gunakan”.
Berdasarkan definisi dari kata gudang yang kedua inilah saya berkaca kepada diri saya sendiri saat ini. Mengapa begitu banyak tumpukan buku di rak buku saya saat ini, yang tanpa saya sadari beberapa bahkan belum pernah saya buka cover nya semenjak saya beli.
photo1
Bercerita sedikit kebelakang. Saya dibesarkan di keluarga pecinta Buku, Almarhum ayah saya punya 3 sampai 4 Rak buku besar yang isinya buku tentang pertanian, sosial dan komunitas adat. Saya termasuk orang yang dibesarkan juga dengan cerita-cerita pewayangan dan komik/manga jepang dan punya koleksi sendiri untuk hal ini. Selain itu, banyak dari guru-guru saya yang mengajarkan kita untuk berinvestasi dengan buku, dimana sebuah buku yang bagus bisa menjadi modal berharga bagi kita kedepannya untuk mendapatkan pundi-pundi penghasilan. Hal yang mana sudah saya buktikan sekali pada saat masih bekerja 2 tahun lalu.
Tapi kembali lagi kepada tujuan awal dari diciptakannya buku : DIBACA. Buku kalau tidak dibaca hanya menjadi setumpuk kertas yang tidak ada artinya, seberapapun harganya atau nilainya. Itulah masalah yang saya hadapi. Jika tidak ada buku untuk dibaca, tangan ini terasa gatal untuk membeli, tapi bila kebanyakan maka bingung yang mana yang mesti dibaca terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar